Wednesday, 12 October 2011

>> About : Andry Moch


ps. ada yang bisa tau credit image "retrospective" harus ditujukan pada siapa?

Stumble across this image on the Facebook newsfeed. Few friends been putting this image as their profile pic as well.


This went back to the ohwoohoowow days.


Saya ingat pertama kali menemui Andry Moch di pusat kebudayaan perancis cabang bandung bersama Krisgatha. Saya ingat Andry mengundang kami untuk hadir di acara noise-rock keesokan harinya di iF Venue. Saya ingat bertanya padanya apakah ia masih memiliki slot untuk satu band lagi. Dan saya masih jelas mengingat jawabannya;


"Dateng aja dulu. Waktu mah bisa diatur,"


Saya ingat tiba di iF Venue fully equipped bersama Ruli, Mayang dan Ksanti. Saya ingat Andry memberitahu seseorang yang memberitahu orang lain agar memberitahu MC bahwa kami main di urutan pertama (belakangan diketahui, orang pertama adalah M. Akbar dari A Stone A, yang memberitahu Cep Umed untuk menginformasikan kehadiran kami pada neng Emon the MC from hell). Saya ingat merasa sangat senang dalam keadaan berkeringat, dihampiri Andry yang menepuk pundak saya sambil memberikan senyum khasnya.


Saya ingat mendapatkan beberapa tawaran dan ajakan untuk tampil di beberapa event kampus dan art show openings. Dan saya sangat mengingat ajakan Soni Irawan dari Seek Six Sick untuk datang ke Jogja, setelah melihat penampilan kami di iF Venue. Kompilasi video dokumentasi, tampil di panggung besar bersama FreshWaterFish hingga menyisakan punggung terbakar sinar proyektor, dan ribuan foto wajah konyol yang terabadikan saat senar gitar dan mikrofon ikut mengalirkan listrik, adalah lebih dari cukup untuk mengingat apa saja yang kami dapatkan dari iF Venue.


Itu tahun 2005.


Di tahun berikutnya, saya ingat diberi kesempatan untuk berkolaborasi dengan Ruli dan Krisgatha di acara tur My Disco. Krisgatha membawa kotak PPPK berisi onderdil toy keyboard yang didapatnya dari Andry. Kanibalisme membuat onderdil itu mengeluarkan suara bergemuruh yang kemudian dinobatkan My Disco sebagai "the devil's box".


"Euh.. Mun nyaho rek dibongkar kitu mah moal diberekeun," katanya di akhir acara.

Tentu saja masih dengan tersenyum.


Setelah itu saya ingat saat mendapatkan berita tentang kondisi kesehatannya, juga saat bersama Ruli mendatangi rumahnya hanya berbekal sedikit cerita dan CD "lagu-lagu aneh" yang ia minta, hingga kebingungan di wajah kami berdua saat menghadiri pemakamannya.


***


Saya dan Ruli beruntung bisa merasakan dinding dan lantai iF Venue, dan Andry Moch telah menjadi sosok penting bagi kami. Simply by giving us the chance to perform, he's given us many.

-A






No comments:

Post a Comment